Selamat Datang

Parkour Bandung merukapan salah satu sub-group dari Parkour Indonesia sub-groups.

Apparel

Kita mempunyai beberapa apparel yang nyaman sekali untuk dipakai saat latihan. Teman-teman bisa membelinya di e-store kami.

Petunjuk Bagi Orang Tua Tentang Parkour

Kelihatannya berbahaya! Ekstrem! Kalau dilihat pertama kali, Parkour tampaknya berada dalam kategori yang sama seperti skateboarding, snowboarding, dan olahraga lain yang tampaknya dapat menarik perhatian remaja (khususnya anak laki-laki). Dengan masih lebih mudanya parkour dikenal dibandingkan dengan kegiatan fisik lainnya, dapat dimengerti bahwa para orang tua akan ragu-ragu untuk mendukung keinginan anak-anak mereka dalam parkour.” Kenapa bukan sesuatu yang lebih “aman” seperti sepak bola atau hoki?

Perspektif dan Nasehat Seorang Wanita Tentang Parkour

Parkour dalam esensinya, adalah sebuah seni bergerak : sebuah disiplin dimana kita bergerak secara cepat dan efisien dalam mengatasi rintangan, bergerak dari titik A ke titik B. Tidak ada kekurangan inspirasi dari semua traceur elite di seluruh dunia, dan yang paling terkenal dari pendiri David Belle. Bagaimanapun, jumlah dari praktisi wanita dalam disiplin ini, walaupun meningkat, tapi masih cenderung kecil. Artikel singkat ini bertujuan untuk memberikan beberapa masalah yang mungkin dihadapi para wanita ketika memulai Parkour dan memberikan beberapa saran/solusi umum kepada seluruh traceuse/praktisi wanita diluar sana.

A Call To Arms

Sebuah artikel yang ditulis oleh Chris “Blane” Rowat. Artikel yang mengingatkan kita akan nilai-nilai penting dalam Parkour.

Label

Kenapa Sih Harus Stretching?



Untuk artikel kali ini tidak akan saya terjemahkan semua karena banyak sekali istilah-istilah yang terus terang saja sangat sulit/aneh untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.











Ada 3 alasan utama untuk stretching yaitu :
  1. Untuk warm-up.
  2. Meningkatkan kelenturan tubuh.
  3. Memelihara kelenturan dan gerakan = pencegahan cidera.
Pada dasarnya tubuh kita terdiri dari tulang, ligament, otot dan tendon. Semuanya bekerja bersama-sama. Otot melekat pada tulang dengan bantuan tendon. Ketika kalian latihan, otot akan berkontraksi dan ketika kalian latihan terus menerus, otot tidak kembali dalam keadaan semula(panjang dan kuat). Jika hal ini terjadi, tendon, otot, ligament dan kawan-kawannya tidak akan maksimal ketika digunakan.
Disinilah fungsi stretching. Untuk mengembalikan keadaan otot ke bentuk semula.

Apa aja manfaatnya? BANYAK. Untuk detailnya kalian bisa lihat di artikel terkait.

Saya juga pernah bahas bagaimana stretching menggunakan foam rolling di http://www.parkourbandung.com/2012/04/stretching-menggunakan-foam-rolling.html

Gambar diambil dari : http://www.parkour.asn.au/images/parkour-class-stretching-on-southbank.jpg
Artikel terkait :

[Video] A Reason to Move



Semua orang punya alasan tersendiri kenapa mereka mencintai seni ini dan video ini bisa menggerakan hati kalian.

Menceritakan James Blake Gallion(Rooster). Terlahir dengan cerebral palsy(suatu kondisi terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan gerakan, laju belajar, pendengaran, penglihatan, kemampuan berpikir.) tidak membuatnya putus asa dalam menjalani hidupnya. Dia harus mendorong dirinya lebih keras untuk berlatih daripada orang lain.




Via :
http://www.parkourgenerations.com/news/reason-move-roosters-story
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=449513065125342&id=181373711895206

Warming Up Alias Pemanasan



Mungkin masih ada yang ga tahu kenapa tiap kali kita latihan selalu dibuka dengan pemanasan bersama. Jadi disini bakal ditulis sedikit penjelasan.

Tujuan warming up tuh apa sih?
  1. Mempersiapkan diri untuk latihan.
  2. Menaikkan detak jantung ke tingkat dimana kita siap untuk olahraga.
  3. Mencegah cidera.

Saya udah sering warming up kok sebelum latihan. Saya biasa pemanasan dengan [...................]. Apa itu betul?

Kita tidak bisa menilai itu betul atau tidak tapi ada bebera prinsip warming up :
  • Memanaskan tubuh.
  • Membangunkan otot.
  • Meningkatkan peredaran darah.
  • Mengurangi resiko cidera.
  • Melumasi sendi dan otot.
  • Meningkatkan performa.
  • Membangunkan seluruh sistem saraf.
Kalo semua prinsip di atas udah terpenuhi berarti warming up kamu udah betul.

Kebanyakan orang biasanya pemanasan dengan cardio ringan dan static stretching. Apa itu benar?
Kebiasaan dari zaman SD kalo membuka suatu olahraga dengan cardio ringan dan static stretching agak ketinggalan zaman tampaknya.

Di artikel "Dynamic Stretching vs. Static Stretching" bahkan tertulis
The above evidence suggests the possibility that static stretching prior to activity is not the best solution. Static stretching doesn’t necessarily lead to a decrease in injury and but may actually decrease performance.

Masih ga percaya ama tulisan itu. Ada juga artikel dengan judul "A Guide To A Better Warm Up". Akan saya kutip disini.
Static stretching has its benefits and will certainly increase the range of motion in a joint but is best done after training when the muscles have worked extensively and aren't needed for any movements. Pre-training static stretching has negative consequences on performance demonstrated by a number studies and resources
Jadi intinya adalah gunakan dynamic stretching untuk membuka latihan.

Cardio ringan memang bisa meningkatkan suhu tubuh. Kenapa kita butuh meningkatkan suhu tubuh?
Suhu tubuh seseorang biasanya antar a 36-37º Celsius sedangkan suhu tubuh yang optimal untuk melakukan aktivitas fisik yaitu 39º Celsius.
Indikator nya apa? Biasanya lari 5-10 menit dan jika udah berkeringat.

Apa cardio dan dynamic stretching sudah cukup? Belum. Karena cardio tidak merangsang jalur neurologis khusus yang akan dipakai latihan. Jadi kita harus melakukan muscle activation exercises. Sebisa mungkin muscle activation exercises ini berhubungan dengan latihan inti kalian. Misal : Kalo hari itu memang fokus untuk latihan upper boddy bisa pemanasan dengan push-up.

Jadi warming up exercise itu mencakup apa aja?
  • Joint movement (dilakukan dengan dynamic stretching).
  • Aerobic exercise (dilakukan dengan cardio).
  • Muscle warming (dilakukan dengan muscle activation exercises).
  • Sport specific (tergantung olahraganya apa).

Berapa lama biasanya pemanasan dilakukan?
A good standard time for a warm-up is 20 minutes minimum: this should get the internal temperature up to around the critical 39ºC mark. And if you need more time to get comfortably warm, just keep on warming up. Only you can know when you are fully ready to train.

20 menit minimal. Sudah termasuk cardio, dynamic stretching dan muscle activation exercises(biasa kita sebut conditioning).

Sumber :
Ilustrasi gambar diambil dari : http://twicethespeed.com/blog/wp-content/uploads/2012/12/Dynamic-1.jpg

Di Parkour Bandung sendiri biasanya kita buka latihan dengan pemanasan bersama. Dimulai dengan lari kurang lebih 10 menit. Dilanjut dynamic stretching dan conditioning.
Kadang juga pemanasan hanya qudarupedal movement.

PS : Tulisan ini bukanlah aturan terikat yang harus kalian lakukan. Tulisan ini adalah hasil riset dari tulisan dan pengalaman mengajar di Parkour Bandung.
Beberapa kalimat dan kata sengaja saya tidak terjemahkan karena takutnya mengurangi esensi.